Dunia Bersiap ke Jurang Resesi karena Tarif Trump
Jakarta, CNN Indonesia –
Kebijakan tarif baru pemerintah Donald Trump yang resmi diumumkan hari ini bisa menyebabkan perekonomian Amerika Serikat dan world jatuh ke jurang resesi pada 2025.
Hal ini dinyatakan analis JP Morgan dalam sebuah catatan kepada investor, seperti dikutip dari CNN.
Pernyataan JP Morgan ini dianggap tidak terlalu mengejutkan, karena sebelum pengumuman resmi tarif common dan tarif timbal balik Trump hari ini, analis JP Morgan juga memperkirakan ekonomi AS berpeluang 40% untuk memasuki resesi.
IKLAN
Gulir untuk melanjutkan konten
JP Morgan mencatat bahwa tarif akan menaikkan pajak dari warga Amerika sebesar $660 miliar according to tahun, kenaikan pajak terbesar dalam sejarah.
Hal itu juga akan menyebabkan harga melonjak, serta menambah 2% pada Indeks Harga Konsumen — ukuran inflasi AS yang dalam beberapa tahun terakhir sukar untuk dikembalikan ke nilai commonplace.
“Dampaknya pada inflasi akan sangat berpengaruh,” kata para analis. “Kami melihat implementasi penuh dari kebijakan ini sebagai guncangan ekonomi makro yang substansial.”
Guncangan tersebut akan diperburuk oleh anjloknya sentimen konsumen dan bisnis serta oleh pembalasan apa pun yang dilakukan terhadap Amerika karena negara-negara asing berpotensi mengenakan tarif baru terhadap Amerika Serikat.
“Oleh karena itu, kami menekankan bahwa kebijakan ini, jika dipertahankan, kemungkinan akan mendorong ekonomi AS dan world ke dalam resesi tahun ini,” kata para analis.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya mengumumkan kebijakan tarif baru untuk semua impor ke AS pada Rabu (2/4) waktu setempat atau Kamis (3/4) pagi waktu Indonesia, yaitu senilai 10 persen.
Selain itu, AS juga memberlakukan tarif timbal balik yang nilainya berbeda tiap negara, dengan negara yang mendapatkan surplus perdagangan besar dari AS mendapatkan tarif timbal balik lebih tinggi.
Salah satunya adalah Indonesia yang dihantam tarif timbal balik 32 persen, selain tarif common 10 persen.
Kebijakan ini membuat banyak pasar saham turun. Salah satunya adalah Australia yang anjlok pada pembukaan perdagangan Kamis (3/4). Dilaporkan CNN, ASX 200 anjlok 142 poin atau 1,79 persen, dipimpin oleh saham teknologi, financial institution, dan sektor properti.
Sementara itu, indeks Nikkei 225 juga anjlok sekitar 4 persen pada Kamis (3/4) seiring pengumuman tarif Trump itu. Nikkei 225 mengukur kinerja 225 perusahaan teratas Jepang yang diperdagangkan di Bursa Efek Tokyo.
(VWS)