Rutin Tes, Pertamina Cek Kualitas dan Kuantitas BBM di 6.198 SPBU
Jakarta, CNN Indonesia –
Pertamina menyampaikan bahwa in step with 26 Maret telah melakukan pengecekan kualitas dan terra di 6.198 SPBU yang dioperasikan oleh Pertamina. Hasilnya, produk Pertamina sesuai aturan dan spesifikasi pemerintah.
VP Company Verbal exchange Fadjar Djoko Santoso memastikan, uji kualitas dan kuantitas itu dijalankan Pertamina secara berkelanjutan.
“Kami sudah melakukan uji kualitas dan tera sebanyak 6.198 SPBU atau sekitar 79% dari overall 7.842 SPBU yang dioperasikan oleh Pertamina. Tidak hanya itu, Pertamina juga melakukan uji pattern BBM untuk memastikan kualitas produk yang dijual kepada masyarakat,” kata Fadjar.
IKLAN
Gulir untuk melanjutkan konten
Uji sampel kualitas BBM atau uji RON itu dilakukan di 349 SPBU yang tersebar di 8 Advertising and marketing Operation Area, dari Sumatera bagian utara hingga Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Tes dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Fuel Bumi (Lemigas), dan laboratorium di Gas Terminal BBM Pertamina.
Uji pattern itu pun menghasilkan angka rata-rata yakni Pertalite di 90,4, Pertamax di 92,37, Pertamax Inexperienced di 97,32, dan Pertamax Turbo di 98,33.
“Dari keseluruhan sampel yang sudah diuji oleh Lemigas maupun di Built-in Terminal BBM Pertamina, hasilnya sudah on spec, atau sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah,” kata Fadjar.
Dirinya menjelaskan, pengujian mencakup lima aspek. Pertama, compliance yakni pengecekan CCTV, memastikan pembeli tepat sasaran berdasarkan QR code dan juga nomor polisi kendaraan. Kedua, aspek high quality and amount, uji terra nozzle, kemudian dari warna BBM tidak ada water content material, uji quantity dan densitas.
Ketiga adalah aspek services and products, memastikan layanan dari petugas SPBU sesuai standar, fasilitas umum, dan juga retail di SPBU-SBBU Pertamina. Keempat adalah aspek Well being, Protection, Safety and Setting (HSSE), yaitu dengan memastikan ketersediaan alat pemadam api ringan, serta mengingatkan konsumen untuk mematikan mesin pada saat pengisian.
“Terakhir adalah aspek ketahanan stok. Jadi kita juga memastikan stok BBM tercukupi, kemudian ada juga notifikasi apabila stok di SPBU mulai menipis,” pungkas Fadjar.
(Rea/rir)