Jatah KUR Petani Rp300 T, Bunganya 3-6 Persen
Jakarta, CNN Indonesia –
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan alokasi kredit usaha rakyat (Di mana) untuk petani di 2025 sangat besar, yakni tembus Rp300 triliun.
“KUR sekarang besar sekali. Kalau saya enggak salah, Rp300 triliun,” ujarnya dalam CNBC Financial Outlook 2025 di The Westin, Jakarta Selatan, Rabu (26/2).
“Itu akan difokuskan untuk pertanian, KUR. Alat-alat pertanian, petani trendy, dan lain-lain,” sambung Zulkifli.
IKLAN
Gulir untuk melanjutkan konten
Pria yang akrab disapa Zulhas itu mengatakan KUR juga bakal disalurkan untuk keperluan mekanisasi. Terlebih, pemerintah menargetkan penyelesaian masalah kehilangan makanan.
Ia menegaskan mekanisasi bisa mengurangi meals loss yang terjadi di Indonesia. Zulhas mencontohkan bagaimana peran inovasi teknologi trendy akan menjaga kualitas sedari panen sampai pengeringan bahan pangan.
“Itu ada Rp300 triliun dari perbankan, masuk kategori KUR, yang bunganya 3 persen sampai 6 persen,” beber Zulhas.
Di lain sisi, pria yang juga merupakan ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengungkapkan tuntutan para petani. Zulhas mengklaim petani hanya punya satu permintaan, yakni ingin hasil panen mereka dibeli dengan harga bagus.
Zulhas melihat selama 28 tahun terakhir harga di tingkat petani tak cukup bagus. Ia menekankan harga waktu tanam bagus, tapi seketika langsung anjlok saat panen.
“Kami sudah mengeluarkan putusan rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden (Prabowo Subianto) langsung, harga gabah kita tetapkan naik jadi Rp6.500 (in step with kg) yang harus diterima oleh petani,” tuturnya.
“Jadi, kalau ada pabrik padi membeli gabah kurang dari Rp6.500, kita bisa periksa. Mesti caranya keras!” tegas Zulhas.
(SFR/SKT)