Konsisten Buat Konten, Little Palmerhaus Jangkau Pasar Mancanegara
Jakarta, CNN Indonesia —
Keinginan memenuhi kebutuhan anak dengan sebaik mungkin mendorong pasangan Alexander Setiawan dan Shiella Pesik mendirikan merek Little Palmerhaus pada 2017 silam. Semangat yang sama membuat Litte Palmerhaus tak hanya bertahan, namun juga bertumbuh menjadi salah satu merek pakaian anak yang banyak dicari.
Alexander menuturkan, sejak lahir Little Palmerhaus langsung bergabung dengan Shopee, yang dinilai akan dapat meningkatkan visibilitas dan memperluas pasar. Memutuskan untuk memaksimalkan strategi penjualan, Little Palmerhaus mencoba menyesuaikan gaya pemasaran dengan memperhatikan preferensi belanja masyarakat, salah satunya dengan memanfaatkan berbagai program dan fitur interaktif dari Shopee, seperti Shopee Are living dan Shopee Video.
“Selain memastikan setiap produk kami memiliki kualitas yang unggul, memperluas jangkauan menjadi faktor kunci agar produk-produk yang kami desain dengan penuh perhatian dapat diakses oleh orang tua di seluruh Indonesia. Dalam hal ini, dukungan Shopee telah berperan krusial dalam pertumbuhan Little Palmerhaus,” kata Aexander.
Diakui Alexander, Shopee Are living menjadi strategi efektif untuk memasarkan produk dan membangun emblem loyalty, membuat kegiatan jual beli lebih non-public. Berkat Shopee juga, Little Palmerhaus mencatat peningkatan penjualan 13 kali lipat pada kuartal kedua 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Pasangan Alexander Setiawan dan Shiella Pesik. (Foto: dok Istimewa)
|
Pengalaman menjadi orang tua membuat Alexander dan Shiella paham, pendekatan non-public sangat penting. Orang tua akan mempertimbangkan perasaan dan kepercayaan, bukan hanya harga atau kualitas. Little Palmerhaus pun berusaha menjadi teman bagi pengunjung toko.
“Di sinilah fitur Shopee Are living juga sangat membantu. Selain menciptakan hubungan yang lebih non-public dengan konsumen melalui berkomunikasi dua arah, kami juga rutin memanfaatkan voucher khusus dan penawaran eksklusif untuk menjadi daya tarik tambahan,” ungkapnya.
Pada awal kelahiran, Little Palmerhaus pun sempat menerima banyak penolakan dari para penjahit. Namun kini, Little Palmerhaus menjadi rumah untuk bisnis dan komunitas lokal sebagai sebuah ekosistem.
Dengan latar belakang bisnis keluarga di industri tekstil, seluruh produk Little Palmerhaus diproduksi secara lokal yang mengelola rantai pasokan mulai benang, kain, hingga proses produksi. Saat ini, Little Palmerhaus memiliki ratusan penjahit lokal.
“Proses produksi adalah jantung dari setiap emblem, dan bagi kami, memilih untuk memproduksi secara lokal adalah keputusan yang didasarkan pada lebih dari sekadar high quality keep watch over, tapi juga mengenai identitas Little Palmerhaus sebagai sebuah emblem,” kata Alexander.
Alexander menegaskan, keluarga Little Palmerhaus bangga menjadi merek yang 100 persen lokal, di mana Shopee memegang peran besar di dalamnya. Saat ini, Little Palmerhaus sudah bisa didapatkan di sejumlah negara lain berkat Program Ekspor Shopee yang mempermudah distribusi dan pemasaran produk.
(tertawa/tertawa)